Mbak Nenden,
◙ Apa kabarnya ? Ada kabar baik dari saya. Setelah upacara resmi HUT 62 RI di WISMA Indonesia, Havana, pada saya telah diberikan Paspor RI kembali. Pemberian ini atas keputusan Mentri Keh. dan HAM tertanggal April 2007. Ya bisa dibayangkan bagaimana perasaan saya, bagaikan orang yang mau mati, sudah pasrah pada nasib, lalu diberi hak hidup lagi.Saya tambah percaya bahwa Tuhan itu maha adil dan penyayang pada mahluknya yang tidak bersalah.”
Begitu sepotong email dari Pak Widodo kepada saya kemarin. Tak terasa mata saya berkaca-kaca.Rasa haru menyesakkan dada. Seandainya saya ada di Havana bersamanya, tentu saya sudah menangis memeluknya. Widodo Suwardjo, laki – laki Jawa kelahiran Mojoagung Jawa Timur, 67 tahun lalu ini, begitu lama menantikan saat untuk bisa pulang ke tanah airnya, Indonesia. Empat puluh tahun menjadi seseorang tanpa status kewarganegaraan, hidup terdampar di Havana, tentu tidaklah mudah.
Kesetiaan, kesabaran, dan keteguhan lah yang membuat seorang Widodo bertahan dalam penantiannya. Kesetiaan pada janji yang diucapkannya pada seorang perempuan bernama Widari 40 tahun lalu. Kesabaran akan saatnya bisa kembali berkumpul dengan keluarga tercinta di tanah air. Keteguhan yang membuatnya kuat dan tegar menjalani hari – harinya selama 40 tahun dalam kesendirian dan ketidakpastian.
Akhirnya penantian panjangnya berakhir, Widodo sudah menjadi WNI lagi, dan bisa pulang ke tanah airnya.Untuk anda yang baru saja tahu mengenai kisah ini, dan bingung bagaimana kisahnya, dan apa yang terjadi berikutnya. Silahkan googling, dengan keyword Widodo, Havana, detikcom, Amila Aulia. Maka anda akan menemukan sederet link yang menyajikan kisah seorang Widodo Suwardjo di usia senjanya memegang janji setia, dan menanti haknya sebagai WNI dikembalikan.
Diatas itu foto saya bersama Pak Widodo, ketika saya wawancara beliau di apartemennya yang sederhana di Havana, September 2006 lalu. Sayalah Amila Aulia itu. Dan hari ini ingin saya haturkan kembali rasa terima kasih saya untuk detikcom, Bdi, Asy, dan rekan-rekan di detikcom yang telah memuat kisah Widodo, dan menjadikannya kisah kemanusiaan yang menggugah solidaritas.
halah, nduk. tambah hari, blogmu tambah oke aja. ayo bikin posting baru lagi …
wah ada eyang
hi mbak nenden, congrats rumah barunya yah
Mbak Amila,
Saya sudah browsing2 soal mahasiswa indonesia di rusia thn 60′an yang stateless sejak tadi malam, dan menemukan artikel tentang Pak Widodo di forum kaskus.com, lalu detik.com, dan akhirnya menemukan blog mbak.
Paman saya adalah salah satu dari mahasiswa2 itu yang sampai kini belum diketahui rimbanya. Boleh kah saya mengetahui email atau alamat kontak pak Widodo saat ini, untuk mencari titik terang mengenai keberadaan paman saya tersebut? Terimakasih.
[...] menerima surat dari Pak Widodo dari Havana, yang sekarang sudah resmi menjadi WNI itu, mengenai kesannya tentang kehilangan seorang Dina Martina yang bersahaja dan penolong itu. Bila para [...]