Diantara sekian jargon yang dicanangkan di berbagai kesempatan dan media, berkaitan dengan peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional, hanya satu yang mengena di hati dan kepalaku. Yakni yang dibawakan dengan indah dan “nendang” oleh aktor senior Deddy Mizwar. Aku menemukan teksnya di blog ini.
Orang-orang yang “mengaku tokoh” atau ingin dianggap tokoh di negeri ini kelakuannya makin ajaib saja menurutku. Semua berebut perhatian rakyat yang lapar dengan menebar jargon kosong melompong yang dibikin sama otak yang bolong.
Seakan dengan menggelontorkan bujet milyaran untuk beriklan itu, tiba-tiba rakyat jadi kenyang. Anak-anak tak mampu mendadak mendapat pendidikan gratis, orang-orang miskin yang sakit mendadak bisa perawatan, beras mendadak murah, dan minyak tak langka lagi. Begitukah ?
teriak-teriak harga bbm naik
tapi malah pada nyolong start buat taun 2009
ironis…
Bangkit itu: Susah. Susah kalau keluarga ga bisa menempati jabatan penting ketika masih menjabat
Bangkit itu: Takut. Takut atas fakta kalo ternyata janji manis politik pemilu 2004 cuma jargon doang
Bangkit itu: Marah. Marah kalau dikritik pers. Jadi dikirimlah si kumis
Bangkit itu: Sedih. Sedih kalau ga dipilih lagi. Kepikiran. Batuk. trus minum jamu deh.
Bangkit itu: Mencuri. Mencuri kebahagian rakyat kecil yg idup susah
Bangkit itu: Senang. Senang lihat rakyatnya berkubang lumpur lapindo dan jadi pengemis BLT
Bangkit itu: Tidak ada. Forget it! Karena BBM udah dinaikin. Listrik mati mulu
Algooth..it’s knocked out, very cool ! Thanks..I love those words, damn right..haha..
hussss…ntar loe dimarahin si kumis lho….
eh yg menang tender jalur serat optik di tanah PT KAI itu dari link pa’e atau mbok’e?
sudah waktunya kita subsidi bbm bukan subsidi barang….