Thanks untuk semua komentarnya disini, Melly, Emhade, Kalengkrupuk yang jauh di Brussel sana, Algooth yang aku baru tau kalo udah jadi orang Depok sekarang, Albert astrajingga, juga sms, email dan telepon dari sahabat-sahabat semua yang membaca dua posting terakhirku.
Ya, semua terasa ringan untuk dijalani ketika tidak sendirian. Untuk lelaki tercintaku yang mendukungku dengan segala upaya terbaiknya. Waktu, perhatian, cinta, energi, materi, pelukan sayang dan ciuman hangatnya membuatku ingin hidup lebih lama. Thanks a lot dear, you’re the best
Menjaga kepala untuk tetap berpikir positif, memastikan hati untuk tetap yakin bahwa aku sehat dan semua akan baik-baik saja, itulah dua hal yang harus kulakukan saat ini. Selain tentu saja disiplin dan telaten menjalankan hidup baruku dengan cara yang benar dalam koridor kesehatan.
Hari ini satu babak baru kehidupanku telah kumasuki secara legal formal, meski belum secara harafiah kujalani. Sesuatu yang baru memang selalu menantang adrenalin. Harapan dan mimpi untuk kehidupan yang lebih baik telah kuukir disana, diatas kertas yang baru saja kugoreskan tandatanganku. Akhirnya perjalanan episode ini hampir berakhir. Tak terasa sudah 2,5 tahun. Saatnya bergerak maju, melangkah lagi.
Jam pasir itu sudah kubalik. Butir-butir halusnya meluncur satu demi satu. Pelan tapi pasti, hanya menghitung mundur untuk tiba saatnya pada garis finish, dan aku harus beranjak pergi. Meninggalkan sesuatu yang telah bertahun menjadi bagian dari kehidupan kita memang tak pernah mudah. Indah ataupun pahit, berkemas selalu menyisakan rasa nelangsa di sudut hati. Menilik ruang-ruang dimana pernah tergores jejak dan sidik jari ini. Memandang wajah-wajah yang akan jarang kutemui lagi.
Tapi hidup harus berjalan terus. Waktu tak pernah berpihak pada manusia-manusia penakut yang hanya berani untuk menunggu. Perubahan memang seringkali menakutkan. Padahal satu-satunya yang abadi dalam setiap kehidupan adalah perubahan itu sendiri. Apakah namanya hidup yang tak berani berubah dan enggan beranjak ?
Hembus lega menguap dari raga ini. I got my life back. Hidup sebenar-benarnya sebagai seorang manusia berakal dan bernurani, bukan sebuah robot bernama Nenden. Tak henti kubersyukur atas semua hal yang telah terjadi dalam hidupku hingga detik ini. Segala doa yang kupanjatkan itu telah terjawab. Keresahan yang menghiasi tidurku berminggu-minggu itu usai sudah.
Saatnya untuk menebus tidur nyenyak yang menjadi hak dari tubuhku. Menghiasi kembali wajahku dengan senyuman. Menghujani kekasih tercinta dengan optimisme dan keriangan, untuk menggantikan rentetan omelan frustasi dan keputusasaan yang belakangan ini kuhadiahkan untuknya.
Ah maafkan aku sayang, terima kasih untuk kesabaran dan pengertianmu yang seluas samudera itu. Semoga Tuhan memberkatimu dengan yang terbaik juga ya, beib. I love you more and more..
Ahhhh… nikmat rasanya yach kalo kita kembali bisa “merebut” hidup kita kembali.
Semoga apa yg sempat hilang tergantikan semua.. trmasuk rasa… dan semuanya… semoga apa yang sempat terhilang, bisa terganti kembali
salam,
silly
pilihan ada didalam tekadmu.
jangan pernah berhenti membalikan jam pasir itu.
nden, dunia bakal terlihat lebih indah dan berwarna kalau kamu lihat dari balik jendela “perkawinan”
gak percaya?
coba in deh…..
hmm..
oia, gmn “proyek” yg doeloe itu?