Senin pagi di Jakarta yang tak terlalu cerah. Aku bangun dengan riang dan semangat membara. Senang sekali hati ini. Kantor baru ini memang berhasil menyuntikkan bergalon-galon semangat ke tubuhku. Pekerjaan yang kulakukan lebih menantang otak daripada fisikku.
Seharian hanya duduk di depan laptop mengunyah segudang informasi tentang berbagai peristiwa di dunia. Otakku dipaksa menelan, mencerna dan kemudian menuliskannya kembali dalam sebuah tulisan yang padat tapi enak dibaca. Tantangan yang lumayan untuk otakku yang sekian lama berkarat tak terpakai.
Tubuh ini rasanya lebih terasa penat daripada ketika harus liputan berjam-jam di lapangan. Setiap malam aku pulang dengan tenaga yang hampir tak bersisa, dan pagi pukul 5 harus sudah bangun karena memantau perkembangan peristiwa dunia yang terjadi selama kita di Indonesia tidur lelap. Herannya meski lelah otak dan tubuh, tapi hati aku menyukainya karena rasanya aku tahu untuk apa semua ini.
Hal lain yang membuatku nyaman disini adalah suasana kantor yang egaliter. Bos-bos besar itu tak segan duduk makan siang dan ngopi bersama kami, ngobrol ngalor ngidul, diskusi, bercanda, dan selalu membayari bon-bon makanan kami, hehehe..pantesan, nggak dink kita malah sungkan kok dibayarin melulu.
Satu yang aku garis bawahi dari sang Pemred Karaniya Darmasaputra atau kami memanggilnya Pak KD/Mas Kar/Pak Kar, ketika training editor 2 mingggu lalu dia mengatakan bahwa dia sangat menginginkan wartawan yang tergabung disini menjadi seorang specialis untuk isu tertentu.
“Jadilah wartawan spesialis untuk isu yang anda sukai. Saya ingin setiap minggu salah satu dari kalian menulis analisa untuk sebuah isu tertentu. Begitu juga untuk book review. Harus ditulis oleh kalian secara bergiliran, agar kalian dipaksa membaca,” kata Mas Kar yang selalu mengenakan jins dan kemeja casual itu.
Jujur aku langsung jatuh cinta dengan bos yang seperti ini. Bos yang memberi ruang kepada anak buahnya untuk berkembang, mendorong setiap orang menemukan potensi terbaiknya dan mengangkatnya ke permukaan. ” Saya ingin nanti kalian terkenal sebagai pakar ini pakar itu, analis yang laris ditanggap disana sini, ” katanya lagi.
Usai training aku langsung bertanya pada diriku, aku mau jadi spesialis wartawan apa sih ? Bidang apa yang sangat aku sukai dan menjalaninya dengan penuh passion. Aku tahu jawabnya, travelling. Kebetulan aku memang diserahi tugas untuk menangani rubrik jalan-jalan itu. Ah senangnya, rupanya aku sudah berada di jalur yang benar. I love my job, my boss, my office and my colleagues. I love my baby, my friends, and my whole life.