Baru kusadari ternyata jiwa ini lelah. Kepala ini penuh, hati ini meronta ingin teriak.Emosi ini terkuras habis untuk sandiwara berbabak-babak yang baru saja usai. Tak ada yang salah. Aku bahagia dengan hidupku. Aku cinta semua yang kumiliki saat ini.
Batin ini hanya ingin istirahat. Sejenak menepi dan berjarak. Menaruh beban -beban itu sejenak dari bahuku. Meregangkan otot tubuh. Memandang langit biru. Menyerap hangatnya matahari Kuta di pori-pori kulitku. Menyesap sejuknya udara Ubud, memandang hijaunya persawahan dan menikmati melodi air gemericik. Duduk diam dan larut dalam irama alam.
Ada yang memanggil-manggil dari kejauhan. Para leluhur dari tanah para dewa itu menanti kedatanganku. Untuk kucium buminya. Kusembahkan senyum lepas dan tawa bahagia. Bali memanggilku pulang, mengisi ulang energiku yang terserap habis oleh hiruk pikuk kota ini. Aku ingin pulang. Bali..Bali..Bali..
para desainer sinting Dagadu menulis:
Bali wae ning Jogja….ada cerita dan keakraban di sana